Sabtu, 18 Mei 2013

JANGAN TAKU ALLAH BERSAMA MU


Kita pasti pernah mengalami kesedihan, mungkin "kegalauan" (istilah gaulnya).Berbagai ekspresi terkadang muncul ketika seseorang didera dengan kesedihan. Ada yang menangis, murung, melamun dsb. Berbagai cara pun dilakukan untuk mengatasi kesedihan, misal : curhat, tidur, jalan, atau aktivitas lain yang dianggap bisa menghibur diri. Bahkan sebagai pelarian dari rasa sedih tidak sedikit yang ambil jalan pintas, sebut saja narkotika atau bunuh diri.


Kesedihan bisa menemui siapa saja, dimana saja dan kapan pun bisa terjadi. Yah itu merupakan salah satu ujian dalam hidup. Sedih akan muncul jika kehilangan sesuatu "orang yang dicintai, harta benda, kegagalan, perpisahan dsb.
"Kesedihan adalah suatu emosi yang ditandai oleh perasaan tidak beruntung, kehilangan, dan ketidakberdayaan. Saat sedih, manusia sering menjadi lebih diam, kurang bersemangat, dan menarik diri. Kesedihan dapat juga dipandang sebagai penurunan suasana hati sementara, sementara depresi sering dicirikan dengan penurunan suasana hati yang persisten dan besar yang kadang disertai dengan gangguan terhadap kemampuan seseorang untuk melakukan kegiatan hariannya", (http://id.wikipedia.org/wiki/Kesedihan)".

Ketika sedih itu datang maka hanya Allah yang dapat menawar. Sementara berbagai cara menghindari di atas adalah sebagai treatment sementara. Bahkan seorang ulama terkenal dalam sebuah tulisan  memberikan saran agar kita selalu berdoa kepada-Nya agar terhindar dari kesedihan. Sedih dapat merusak semangat hidup. Sedih bisa merusak hubungan silaturahmi. Sedih bisa membuat kita lupa segala-galanya.

Bersabda Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam: “Doa orang yang sedang menderita (kesedihan yang mendalam) ialah:
 
 “Ya Allah, RahmatMu aku harapkan, janganlah Engkau serahkan segala urusanku kepada diriku sendiri walau sekejap mata, perbaikilah segala urusanku, tiada ilah yang berhak disembah selain Engkau.” (HR Abu Dawud)

Dari do’a ini sekurangnya ada beberapa pelajaran yang bisa kita petik:
Pertama, Nabi shollallahu ’alaih wa sallam mengarahkan orang yang menderita kesedihan mendalam agar hanya dan hanya mengharapkan rahmat (kasih-sayang) Allah. Nabi shollallahu ’alaih wa sallam mengajarkan ummatnya agar senantiasa kembali kepada Allah sebelum segala sesuatunya. Sebab betapapun keadaan sulit yang dihadapi seseorang, namun jika dirinya masih dirahmati Allah berarti ia masih dikategorikan sebagai orang yang beruntung. Alangkah ruginya seseorang yang berhasil meraih berbagai kesuksesan duniawi namun dirinya jauh dari rahmat (kasih-sayang) Allah. Alangkah tertipunya orang yang berhasil mendapat simpati bahkan pujian manusia banyak namun Allah tidak mencurahkan rahmat-Nya kepada dirinya, (http://www.eramuslim.com/suara-langit/ringan-berbobot/doa-orang-yang-menderita-kesedihan-mendalam.htm).

Berapa hal yang perlu dilakukan ketika dilanda kesedihan :
1. Sadarilah kesedihan itu datangnya dari Allah, maka bertawakal dan berdoa
2. Boleh sedih tapi jangan didramatisir,
3. Cari teman yang tepat untuk curhat,
4. Jangan terlalu lama denga kesedihan,
5. Sadari bahwa masih banyak hal yang bisa dilakukan,
6. Pikirkanlah bahwa sedih itu hanya dirasakan bagi kita yang hidup,
7. Bangkit dan optimis
8. Ingat setiap kita punya cara tersendiri untuk mengatasi kesihan "yang positif saja".

Wallahualam bi sowafhttps://www.facebook.com/notes/abdul-wahid/jangan-bersedih-allah-bersama-mu/10150513530516261

Tidak ada komentar: